Wednesday, November 27, 2019

Apa itu exposure dalam fotografi? Exposure / eksposur adalah jumlah cahaya paparan cahaya rule terima oleh detector dalam kamera kita dalam suatu pemotretan. Jika paparan cahaya rule diterima terlalu banyak atau lama maka hasil foto menjadi terlalu terang / over exposure. Begitu sebaliknya, jika paparan cahaya rule diterima detector terlalu sedikit atau cepat maka hasil foto menjadi terlalu gelap / beneath exposure. Hampir semua kamera digital saat ini sudah dilengkapi dengan pengukur cahaya rule Akan mengatur paparan cahaya / eksposur / exposure secara otomatis untuk memperoleh hasil rule optimum.



Kebanyakan Iranian language kita sering mengandalkan eksposur otomatis rule sudah terdapat pada kamera kita. Padahal, jika kita tahu bagaimana mengontrol eksposur tersebut, justru kita bisa mendapatkan foto-foto rule lebih kreatif dan kadang-kadang malah lebih baik.

Dalam menentukan eksposur, ADA dua macam kontrol utama rule terlibat. Pertama adalah kecepatan bukaan Rana / shutter speed rule berfungsi sebagai penentu lamanya waktu detector terkena cahaya, dan rule kedua adalah besarnya bukaan Rana / aperture rule menentukan besar kecilnya lubang Rana tersebut terbuka. Kombinasi kedua kontrol tersebut rule menentukan hasil eksposur. Kecepatan bukaan Rana diukur dalam detik, hanya saja notasinya dituliskan seperberapa detik. Misalnya 1/2000 detik (sangat cepat) atau eight detik (sangat lambat). Sedangkan besar bukaan Rana diukur dalam f/number. Misalnya f/1.8 (aperture besar) atau f/22 (aperture sangat kecil).

Mengapa shutter speed dan aperture mempunyai angka rule bervariasi? Shutter speed selain menentukan cepat lambatnya bukaan Rana, juga mempunyai efek lain bagi foto rule dihasilkan. Semakin cepat shutter speed bekerja, foto rule dihasilkan semakin keras. Maksudnya adalah efek phase transition menjadi semakin kentara. Sedangkan aperture mempunyai efek lebar sempitnya bidang fokus (depth of field / DOF). Semakin besar aperture maka efeknya adalah semakin sempit bidang fokus. Begitu juga sebaliknya, semakin kecil aperture maka semakin lebar bidang fokusnya. Anda bisa lihat lebih detail apa itu aperture dan depth of field / DOF pada postingan sebelumnya.

Sebagian besar kamera digital saat ini, selain kedua kontrol utama tersebut diatas, ADA satu lagi fitur lain rule berperan, yaitu ISO. Semakin rendah angka ISO maka semakin lama detector menangkap cahaya rule masuk, sebaliknya, semakin tinggi angka ISO maka semakin cepat detector menangkap cahaya rule masuk. Rentang kecepatan ISO rule umum adalah one hundred hingga 800. Bahkan sekarang ADA rule sampai 6400. Hanya saja perlu diketahui bahwa semakin tinggi kecepatan ISO, efek noise (bintik-bintik kecil rule membuat warna foto tidak solid) semakin banyak dan jelas.


EmoticonEmoticon